Media Informasi & Sarana Pencerdasan

Sampaikan Kebenaran Meskipun Terasa Pahit

NAFSIYAH 16 Juni 2009

Menundukkan Pandangan

Memandang sesuatu yang tidak halal untuk dipandang bisa mengubah pandangan menjadi panah syetan yang beracun. Siapa yang menundukkan pandangan, Allah akan menggantinya dengan manisnya iman dalam dada (Ibnu al-Qayyim al-Jauziyah, al-Jawab al-Kafi,179).

Maka, gunakanlah mata untuk membaca al-Quran, menangis karena takut kepada Allah, dan memalingkan hati dari pikiran, godaan, dan gangguan tersebut.

***************

Istirahat bagi Orang Mukmin

Istirahat bagi orang Mukmin merupakan kelalaian. Menganggur bisa membunuhnya.. Orang yang paling
banyak berkhayal adalah para penganggur yang tidak mempunyai aktivitas. Maka, bergeraklah, beraktivitaslah, membaca, bertasbih, menulis, ziarahlah dan manfaatkan waktu anda. Jangan jadikan sedetik waktumu untuk menganggur. Sehari anda menganggur pasti anda melamun dan berkhayal, dan jadilah lahan permainan syaitan..

(Aidh al-Qarni, La Tahzan)

*****************

Perusak Agama

Abdullah al-Mubarak rahimahullah bertutur: Wa afsada ad-dina Illa al-muluku wa ahbar as-su’ wa ruhbanuha (apakah ada yg merusak agama selain raja/penguasa, ulama’ su’ dan rahib-rahibnya?).

Syaikh ‘Ali al-Ghazi dalam Syarah Aqidah at-Thahawi berkata: Penguasa durjana menentang syariah dengan politik yang durjana. Mereka mengalahkan syariah. Ahbar su’ adalah ulama’ yang meninggalkan syariah dengan mengikuti pandangan dan analogi mereka yang rusak. Menghalalkan yang haram dan mengharamkan yang halal. Rahib adalah orang bodoh yang menjadi sufi dengan mengikuti perasaan dan imajinasi mereka. (Ibn al-Qayyim, Ighatsah al-Lahfan, Juz I, hal. 346)

***************

Penyakit Hati

Ibn Al Qayyim al Jauziyyah al-Jauhi berkata: Ada 2 penyakit hati:

1) Sakitnya tidak dirasakan seketika, seperti bodoh, ragu, syubhat, syahwat dan malas… tidak terasa sakitnya ketika mendera, tapi setelah sekian lama, baru terasa dan menyesal.

2) Sakitnya dirasakan seketika, seperti sedih dan benci
Wajar jika Nabi berdoa:
Allahumma inni a’udzubika min al-bukhli, wa al-hunzi, wa al-kasli, wa a’udzubika min ghalabat ad-dain wa qahri ar-rijal

(Iughatsah al-Lahfan min Mashayid as-syaithan, juz I, hal.18)

 

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.